Posted by: ebichuu | November 12, 2008

Alan (アラン)

Alan

Alan (阿蘭 / 阿兰), penyanyi dan pemain erhu (semacam kecapi, traditional music instrument from China) Tibetan/Chinese, dikenal sejak memulai debutnya tahun 2005 dengan album “Sheng Sheng Zui Ru Lan”, dan memulai debutnya di Jepang dalam naungan Avex dengan single “Ashita e no sanka”.

Alan dilahirkan di “Meiren” (Beauty) Valley, propinsi RongXar, yang dikenal dengan daerah prefektur otonomi Tibet, tahun 1987, dari ayah yang seorang pegawai sipil, dan ibu seorang penyanyi. Alan belajar menyanyi sejak kecil plus mulai memainkan erhu sejak usia 8 tahun. Di usia 9 tahun, Alan terpilih sebagai role pemeran utama TV drama “Tai Yang Nv Shen” disanalah awalnya Alan memulai karirnya sebagai aktris.

Setelah lulus dari SheZhuan music school Junior High Shool, Alan menjadi bagian dari “China National Chinese Opera and Dance Drama company” (解放軍芸術学院), yang merupakan institute musik paling bergengsi di China dan berhasil memproduksi beberapa penyanyi/artis ternama seperti Lei Ying, Zhong Bao dan 12 Girls Band. Tahun 2005, Alan merilis album “Sheng Sheng Zui Ru Lan” secara indies namun kabarnya album ini berhasil terjual lebih dari 50,000 copies.

Pada bulan October 2006, Alan berhasil menang posisi kedua (draw dengan penyanyi asal Philippines, Jimmy Layo Marquez) pada event kompetisi 9th Asia New Singer di Shanghai International Art Festival. Pada bulan Juli 2007, Alan lulus dari “China National Chinese Opera and Dance Drama Company” dengan hasil memukau.

Avex Japan tertarik pada vocal jernih dan berkarakter Alan, saat audisi Avex China di Beijing, Alan membawakan single “Never End” Namie Amuro dan “Nada SouSou” Natsukawa Rimi dengan seragam militer (yang sebenarnya seragam dari institusinya). Akhirnya Alan memulai debutnya pada November 2007 di Jepang dengan single “Ashita e no sanka”, sebuah single brilliant (the BEST one from her so far), pop-enka dengan sentuhan folk Tibetan dan Alan tampil memukau dengan lekukan vocalnya yang berkarakter. Disusul kemudian Alan merilis single keduanya, “Hitotsu” pada bulan Maret 2008.

Sehubungan dengan gempa hebat yang melanda propinsi kota kelahiran Alan, SheZhuan, pada 12 Mei 2008, Alan merilis digital single yang hanya bisa dibeli via download di internet “Shiawase no kane” plus versi Mandarinnya “Ai Jiu Shi Shou” yang hasil penjualannya didonasikan untuk charity gempa bumi di SheZhuan. Selanjutnya, secara perlahan, Alan mulai dikenal penggemar J-Pop di Jepang dan terpilih membawakan single soundtrack NHK TV Japan “Save the Future”, “Natsukashii Mirai – Longing Future”, sebuah lagu mengenai element alam yang diproduksi Ryuichi Sakamoto. Single ini dengan sukses menembus Top 20 Oricon Chart, prestasi terbaik bagi Alan pertama kalinya. Alan juga membawakan single soundtrack film karya John Woo, movie yang termahal dalam sejarah di Asia, “Red Cliff” (yang dibintangi artis2 kawakan macam Takeshi Kaneshiro, Tony Leung, Vicky Zhao, Lin Chi Ling etc) “Red Cliff – Xin Zhan” (atau “Red Cliff – Kokoro Ikusa” dalam versi Jepang). Saat Alan membawakan single inilah namanya lebih dikenal secara luas di kawasan Asia, termasuk Indonesia. Alan membawakan lagu “Red Cliff – Xin Zhan” sangat indah dan berekspresi.

Sejak bulan Juli sampai saat ini, tampaknya Avex Japan lebih gencar lagi mempromosikan Alan, hampir setiap bulannya gadis Tibetan ini merilis single, “Sora Uta” pada Agustus 2008 dan “Sora e no tegami” bulan September 2008, “Red Cliff – Kokoro Ikusa”, versi Jepang “Red Cliff – Xin Zhan” bulan October 2008 dan yang paling terakhir, Alan kembali menghibur dengan single “Megumi no ame” pada 12 November 2008, sebuah ballad yang indah dengan sentuhan erhu yang dimainkan Alan sendiri.

Opiniku pribadi tentang Alan, dia mungkin salah sedikit dari J-Pop singer yang aku suka, penampilannya sangat netral, tak terlihat kesan seperti banyakan para penyanyi yang tanpa talenta sehingga kudu mengekspore kecantikan/kemolekan tubuh mereka. Lagipula, karakter Alan sendiri sangat tenang, cenderung pemalu, mungkin karena dia harus berjuang berkompetisi dengan artis2 Jepang yang ratusan (atau bahkan ribuan) untuk mendapatkan atensi publik. Kekurangan Alan sendiri mungkin bahasa Jepangnya, namun tak menutup kemungkinan Alan bakal meng-improvenya di masa mendatang. Alan, penyanyi Tibetan multi-talented, cantik, sederhana, punya vocal yang jernih, indah dan berkarakter, plus jago maen erhu, so kurang apalagi nih? Moga2 Avex bakal sukses mempromosikan Alan dan dimasa mendatang, moga2 salah satu single Alan mampu menembus posisi #1 Oricon chart.

PROFILE

* Stage Names: Chinese: Alan (阿蘭/阿兰), Japanese: alan (アラン)
* Real Name: Alan Dawazhuoma (阿兰·达瓦卓玛)
* Spoken Languages: Mandarin, Tibetan, Japanese
* Blood Type: O
* Birthday: 1987.07.25
* Height: 164cm

OHP : HERE

Enjoy Alan’s PV (Red Cliff – Kokoro Ikusa -) here :


Responses

  1. jadi penasaran ama ni cewek. sayang koneksi inet saia lagi semrawut ampe gak sanggup donlot. ntar cari warnet dulu. hehe~

  2. Coba dengerin dulu yang “Red Cliff – Kokoro Ikusa” (yg jadi soundtrack film videogame-versinya Dynasty Warrior itu lho, judulnya Red Cliff) atau “Ashita e no sanka”, kalau km ada E mail aq bisa forward mp3nya🙂

  3. onnie emg suka ma Alan.
    udh suara enakm cantik pula.
    moga2 dia makin cemerlang karirnya di jepang yah.
    aku sih suka lagunya yah sora no uta kl ga salah.
    maklum ga tau judul.lol
    lyle, onnie ellis ini suka loh krm2 lagu baru pa lagi kl ttg j-rocks.hehehe

  4. “Megumi no ame” menduduki peringkat #30 minggu ini (Minggu ke 47) as a newcomer…. not bad, moga2 ada kesempatan improve minggu depannya🙂

  5. i like alan

  6. 阿兰,我最喜欢的演员。


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: