
Kali ini aku bakal mengangkat topik yang sedikit beda dari biasanya namun masih ada hubungannya sama hal ke-Jepang-an, yaitu cosplay, why? Bagaimanapun history cosplay tercipta dari tenarnya anime, game dan manga, yang sebagian besar berasal dari Jepang, sedikit surprise memang, karena kali ini aku tidak membahas musik favoritku seperti J-Rock ataupun story shonen-ai, tapi mengenai cosplayer. Apakah mereka para cosplayers dari Jepang? Tidak juga. Tidak hanya orang Jepang yang mampu menyuguhkan cosplay yang spectacular, mereka semua tinggal sangat dekat dengan kalian para pembaca (walau sangat jauh dari aku selaku salah satu author, wah~!
), yang hampir semuanya di Jakarta.
Kita semua tentunya punya impian dan cita2, walau tidak semua orang punya cukup motivasi untuk berjuang demi mencapai apa yang kita harapkan. Dengan perjuangan dan sikap optimis, tidak ada apapun yang mustahil, tidak ada perjuangan yang sia2, karena manusia belajar dari berjuang yang pastinya bakal menuai hasilnya suatu saat. Anyway, mungkin kalian yang tinggal di Jakarta ada yang mengenal mereka, Endiru, yang berarti “Endless Illution”, terdiri dari 5 main member, Pinky, Orochi, Shinji, Silver Yuna, dan Tsadhe, yang tergabung dalam team yang memulai “debut” bercosplay bersama sejak tahun 2005. Walau begitu, mereka semuanya awalnya tidak saling mengenal. Bermula dari Pinky yang sudah lama mendambakan untuk tampil cosplay bersama team sejak tahun 1998, namun tidak juga menemukan partner cosplay sehingga sempat berpikir untuk berhenti pada tahun 2003. Namun untunglah berkat support dari teman2 dari Jakarta dan Singapore, hobby cosplay tetap berlanjut sampai akhirnya Pinky bertemu Orochi pada tahun 2004, saat kebetulan mereka berdua berpartisipasi dalam acara cosplay Animonster Sound Aishiteru, yang saat itu Pinky tampil sebagai Tomoe Yukishiro dan Orochi membawakan karakter Kenshin Himura dari OVA anime “Rurouni Kenshin”. Namun tercatat karakter yang dicosplay Pinky pertama kalinya adalah Athena Asamiya dan Orochi sebagai Sie Kensou (dari game “King of Fighters”).
Selanjutnya, karena hobby ber-cosplay, jadilah mereka partner kompak yang kemudian mereka berdua bertemu
Shinji dan partner lainnya awal tahun 2005, terakhir Tsadhe, dan membentuk team cosplay “Endiru”. Hal menarik dari team “Endiru” yaitu sejak awal dibentuk dengan semua member cewek untuk memudahkan mereka dalam proses cosplay, mulai dari pembuatan costume yang kadang mengharuskan mereka menginap di rumah salah satu member, pose romantis, plus menghindari gosip yang tidak perlu, dan nyatanya dengan “merekrut” semua member cewek memudahkan mereka saat berpose tanpa rasa risih. Sejauh ini karakter Orochi dan Shinji yang tampaknya tampil sebagai crossplayer, membawakan karakter2 cowok game & anime & manga, dan tidak disangka, mereka mampu mendalami karakter plus berpenampilan nyaris sempurna, lebih “menakjubkan” daripada sebagian besar cosplayer para cowok

Sampai saat ini mereka tercatat masih aktif bergelut dalam dunia cosplay di Indonesia dan sudah mulai go International sejak tahun 2007, yang aku amati sejak awal berdiri sampai sekarang, Endiru semakin mengalami improvement yang signifikan. Semua costum yang mereka gunakan untuk cosplay 100% handmade, walau lebih memakan waktu dan tenaga, selain demi meminimalisasi biaya, mereka juga merasakan kepuasan tersendiri saat mampu menyelesaikan pembuatan costume yang sangat rumit dan terdiri dari macam2 aksesoris tersebut, tanpa memiliki background professional dalam bidang fashion. Tentunya hal ini merupakan “prestasi” yang sangat berarti bagi mereka (juga para fans cosplayer “Endiru” yang setia menyimak keberadaan mereka dalam setiap event). Pinky mengaku sejauh ini costume “Trinity Blood” yang memakan waktu paling lama plus dengan dana termahal dari yang lainnya, namun hasilnya? It was just…. marvellous!! Mereka juga sukses “menuai” perjuangan pembuatan costum “Trinity Blood” tersebut, Orochi yang saat itu mengcosplay Cain Nightlord memenangkan award “Best Male Costume” di event EOY di Singapore tahun 2007. Walau masih disibukkan dengan kegiatan masing2 (belajar dan bekerja) mereka masih menyempatkan bertemu bersama dan tetap terbuka mendiskusikan berbagai masalah pribadi ataupun internal dalam team, yang menurut Pinky merupakan “resep” utama untuk tetap menjaga kekompakan sesama member “Endiru”.
Logo “Endiru” sendiri terdiri dari gambar hati, golden ring dan setengah Angel dan Devil wing, yang mewakili masing2 manusia (yang tidak pernah sempurna). Angel wing sendiri digambarkan sebagai kebaikan, kepercayaan dan sikap positive setiap orang, sedangkan Devil wing digambarkan sebaliknya, kebencian, kesedihan dan kemarahan. Namun bagaimanapun juga, setiap orang dasarnya mampu mencintai dari hati kecil masing2, dan dari hati yang tuluslah setiap orang (juga masing2 team “Endiru”) terikat dlm hubungan persahabatan, cinta, juga cosplay:-)
Thanks to cosplay, selain mereka semua jadi teman dekat satu sama lainnya, kita sebagai penggemar anime, manga dan game juga bisa membanggakan dan “terpuasakan” dengan cosplayer dalam negeri sendiri. Tampil sebagai karakter yang kita dambakan juga bukanlah mimpi lagi, ratusan fantasy juga akhirnya terealisasi, sekaligus memotivasi para pencinta game/anime/manga dalam negeri yang lainnya untuk ikut bercosplay menyemarakkan dunia cosplay Indonesia, yang tidak kalah pamor dari negara lain yang lebih senior dalam ber-cosplay seperti Jepang dan Taiwan.

Berikut list award yang pernah dimenangkan Endiru :
2004
- Best Anime Cosplayer, Animonster Sound 2004, Jakarta
2005
- Best Couple Valentine Love Flies, Jakarta
- Juara Favorit Animoster Sound 2005 Cabaret Competition, Jakarta
- Juara 1 X’tion Festival Cabaret Competition
- Juara 2 ( Tsadhe ) & Juara Favorit ( Pinky ) Miss Ragnarok Online 2005, Jakarta
- Best Game Group, Fun and Creative Cosplay Competition 2005, Jakarta
2006
- Juara 1 Ragnarok Cosplay Cabaret Competition, Jakarta
2007
- Juara 2 Lyto Cosplay Competition, Jakarta
- Best Male, EOY 2007 Singapore
2008
- Best In Hall, Comic Fiesta 2008, Malaysia
By the way, Pinky sempat mengutarakan tidak ada syarat khusus bila ada yang tertarik menjadi salah satu member “Endiru”, asalkan harus cewek, yang bisa lebih dahulu mendapatkan kepercayaan mereka dan punya attitude yang baik dan positive, really? Wow, ada teman2 yang tertarik?
Courtesy gambar dan informasi dikutip dari website Endiru, E mail Pinky (thank you for your time and being so lovely!
) dan dari website Interview Disitu.com
Terima kasih untuk semua member Endiru dan semoga makin sukses dalam bercosplay, plus dalam mencapai impian karir dan studinya!

PROFILE MEMBER ENDIRU :
PINKY LU XUN


Date of Birth : July 11
Hobbies & Interest : Cosplay, collecting porcelain dolls
Fave music : Jay Zhou, Linkin Park, Malice Mizer, Raphael, Evanescence, The Rasmus, Avril Lavigne
Cosplay paling berkesan : Ashura-2008
OROCHI X


Date of Birth : 28 December
Hobbies & Interest : Cosplay, Games, Sport
Fave music : Jay Zhou, Mariah Carey, also Japanese idol, Ryoko Hirosue
Cosplay paling berkesan : Cain Nightlord-2007
SHINJI X (Currently is in Melbourne, AU)


Date of Birth : 14 April
Hobbies & Interest : Cosplay, anime, dorama
Fave music : “A Dark Knight” (Hans Zimmer & James Newton), “Prisoner of Love” (Utada Hikaru), “Hanabi” and “Hero” (Mr. Children), “Orion” (Mika Nakashima)
Cosplay paling berkesan : Ion Fortuna-2007
SILVER YUNA


Date of Birth : 18 Maret
Hobbies & Interest : Design Fashion, Food, Traditional Culture, Cosplay
Fave music : “Jigoku Shoujo” (Ost “Futakomori”), “Fly me to the moon” (Frank Sinatra), “Close to you” (The Carpenters), “La Vie en Rose” (Madeleine Peyroux), “Still Doll” (Kanon Wakeshima), “Love’s me not” (T.A.T.U.)
TSADHE


Date of Birth : 20 Juni
Hobbies & Interest : Cosplay, painting, interior, delicious food & baverage, art, airbrush
Fave music : Instruments especially harp,”With all I am” (Hillsong), “Mizu no Madoromi” (Origa), “Cloe” (Chinatsu Yamamoto), “Heart of Sword” (TMR), etc…
PART TIME MEMBER
- Illsaide Yuy
- Reddy
- Jill D’Mint
- Sonz
ENDIRU’S GUEST STARS FROM OTHER COSPLAY TEAM
- Vienni (From H’Project – Mistress Mi – Dynasty Warriors 5 Project)
- Ri-Chan (From Zouren Go – Sakura Kinamoto – Card Captor Sakura Project)
ENDIRU’s PARTNERS FOR COSPLAY CABARET / PERFORMANCE
- Infiniteam (2005-2006)
- Inspire Independent
- H’Project
- Vogue Dancer
Website about ENDIRU : HERE!
Pinky’s personal blog : HERE!


Sosok Mana tak terbatas hanya dikenal di kalangan fans Malice Mizer dan Moi dix Mois saja, namun pencinta gothic lolita fashion, plus fans Kanon Wakeshima pastinya sangat familiar dengan artis misterius namun serba bisa ini.










Bulan April 2001 D’espairsRay merilis Maxi-Single kedua mereka “Genwaku” yang premiernya bisa diorder secara online, dan maxi-single ini dirilis pada saat yang bersamaan dengan 2nd press maxi-single “Kumo”, yang lagi2 maxi-single ini juga sold out. Sungguh awal yang mengesankan bagi D’espairsRay. Kesuksesan maxi-single ini dilanjutkan dengan first release EP “Terrors” pada bulan Juli 2001, dan D’espairsRay kembali tampil live, kali ini secara one-man.
surprise para fans yang hadir pada free konser live D’espairsRay di Meguro Live Station di Tokyo. Lagu “unamed” ini yang selanjutnya diberi judul “MaVERiCK” dan sekaligus jadi maxi-single mereka selanjutnya yang dirilis pada bulan February 2003, yang terjual selaris kacang goreng sehingga CD inipun dirilis ulang pada bulan Maret. Dan untuk menutup tahun 2003, D’espairsRay merilis single “Garnet”, kedua single inilah sampai sekarang yang masih tercatat sebagai karya terbaik D’espairsRay. Di akhir tahun itu juga, D’espairsRay tampil live bersama beberapa band J-Rock lain seperti MUCC dan Merry dalam event “Beauti-Fool’s Fest 03″.
D’espairsRay membuka tahun 2005 dengan merilis first live DVD “Murder day live” yang merupakan bonus untuk single mereka “Reddish-Diva version”. Setelahnya, mereka merilis full-album pertama “Coll:Set” pada 29 Juni 2005, yang termasuk single mereka sebelumnya seperti “Fuyuu Shita Risou” dan “Garnet”. Dan di tahun 2006, D’espairsRay kembali mengunjungi Eropa bersama band Kagerou, plus merilis album “Coll:Set” secara resmi di Eropa pada bulan Januari 2006, setelahnya D’espairsRay juga mengunjungi fans mereka di USA. Mereka juga merilis DVD documentary “The World Outside the Cage (atas referensi single “The World in a Cage”)” pada bulan Maret 2006 dan single “Kogoeru Yoru ni saita hana” pada 5 April 2006 dalam type A dan B. Selama tahun 2006 D’espairsRay tercatat mengunjungi USA 2 kali yang terakhir juga bersamaan dengan merilis DVD live concert keduanya “Liquidize” yang digelar selama musim panas 25 Juli – 8 September (yang akhirnya DVD ini juga dirilis resmi di Eropa pada Januari 2007).
Tahun 2007 diawali D’espairsRay dengan single “Squall” pada bulan Maret, dan full album kedua mereka “Mirror” yang kemudian juga dirilis secara resmi di Eropa pada bulan Juni, disusul rilisan DVD live mereka “Spiral Staircase #15” dengan liputan tour terakhir mereka. D’espairsRay juga tampil live pada hari kedua di Los Angeles dalam event tour “J-Rock Revolution Festival” bersama Miyavi, Girugamesh, Kagrra, Alice Nine, Duel Jewel, Vidoll, Merry, dan Mucc.
D’espairsRay kembali tampil bersama Moi dix Mois, Plastic Tree dan Sadie dalam event 7th anniversary Zy Magazine “Stylish wave COUNTDOWN ‘07-’08″ di Zepp Tokyo. Disusul selama bulan February sampai Mei 2008, D’espairsRay disibukkan dalam live tour “Rockstar Taste of Chaos 2008″ bersama band Mucc dan The Underneath di USA, mereka juga menggelar autograph session di booth TOKYOPOP, dimana fans USA bisa mendapatkan tanda tangan, plus mereka juga membagi2kan T-Shirt lewat undian pada 3 fans yang paling beruntung. Selanjutnya, D’espairsRay juga berpartisipasi dalam live “Hide Memorial Summit” untuk mengenang Hide (ex-guitaris X-Japan) pada 4 Mei 2008 di Ajinomoto Stadium bersama band Mucc, Luna Sea, Dir en Gret, dan band2 senior lainnya. Album mereka “Mirror” juga dirilis secara resmi di USA plus mereka juga melempar single “Brilliant” pada 14 Mei 2008. Setelah merilis single “Kamikaze” di bulan Agustus, D’espairsRay kembali menggelar “88-99 anniversary tour” di Jepang. Single teranyar D’espairsRay, “Horizon”, yang baru saja dirilis pada 3 Desember 2008 lalu juga merupakan prestasi brilliant, walau pada awal2 karir D’espairsRay merupakan band indie Visual-kei yang memainkan musik gothic dark rock dengan sentuhan metal, namun mereka perlahan membawa perubahan yang signifikan di single2 mereka yang baru2 ini, termasuk single “Horizon”, yang menurut beberapa orang vocal Hizumi di single ini mirip dengan Hyde Laruku. Terlepas dari pendapat orang2 mengenai musik D’espairsRay, aku rasa D’espairsRay lebih menemukan jati dirinya akhir2 ini, dan mengalami banyak kemajuan, dengan kata lain, band ini semakin keren saja, tidak terlepas kemungkinan D’espairsRay bakal menjadi salah satu band rock senior di Jepang di masa mendatang, dan beberapa PV merekapun sudah aku bisa lihat di acara “Clip Trip” di Music Channel TV Canada.








Sakashita Noboru, walau tergolong dari keluarga miskin namun cukup beruntung bisa bersekolah di Private Academy Seihou di kawasan murid2 elegant dan kebanyakan orang2 kaya. Noboru yang sangat mengagumi murid2 cewek yang tampak serasi dengan seragam mereka berkomitment untuk mendapatkan cewek kaya dari sekolahnya, sehingga dia juga merahasiakan status keluarganya pada teman2nya dan bertingkah seolah2 anak orang terpandang. Namun kehadiran seorang murid cowok kaya plus keren yang bagaikan magnet di mata murid2 cewek, Yuki, seakan menggangu “misi” Noboru. Suatu hari tanpa sengaja Yuki melempar volleyball ke wajah Noboru dan meminta maaf pada Noboru, walau Noboru tidak begitu tertarik untuk “melayani” Yuki yang mengkhawatirkan keadaannya, namun Yuki terus2an mendesak Noboru sehingga akhirnya Noboru menceritakan “rahasia”nya mengenai keluarganya dan rasa cemburunya pada Yuki yang tenar di sekolah. Ketulusan hati dan kebaikan Yuki yang selalu mendengarkan Noboru, mengunjungi keluarganya, membuat Noboru tersentuh dan menyangka Yuki sosok pangeran yang sempurna pada siapa saja, namun siapa sangka, Yuki menyimpan niat tersendiri dan nyatanya benar2 terobsesi pada Noboru, hahahaha
Karena keluarga Noboru butuh dana extra untuk membayar kuliah Noboru, Noboru juga melakukan kerja part-time di supermarket (yang seharusnya dilarang peraturan sekolah). Walau Yuki berniat meminjamkan uang pada Noboru, Noboru menolak dan bersikeras bahwa dia ingin menghasilkan uang dari keringatnya sendiri (bukan deposit gratis dari orang tua, seperti layaknya Yuki), mendengar hal ini, Yuki mengikuti Noboru bekerja part-time di supermarket. Kazushii yang kemudian mengetahui hal ini menyebarkan fakta Yuki bekerja part-time di seluruh sekolah sehingga Yuki-pun dipanggil di kantor kepala sekolah. Noboru mencoba menolong Yuki, namun Yuki dengan tenang menjelaskan bahwa dia ingin membelikan hadiah untuk teman specialnya, untuk melukiskan perasaannya, walau bukan sesuatu yang mahal, namun dihasilkan dengan jerih payah sendiri, karena mereka telah cukup dewasa untuk terus bergantung pada orang tua. Dia tersentuh dengan melihat begitu banyak kejadian di luar sekolah, seperti anak 5 tahun yang berlari kemana2 untuk bekerja, merekapun bisa berusaha, dan masih banyak hal2 berharga yang belum kita ketahui di luar sana. Kata2 Yuki yang positif dan dewasa, benar2 menyentuh kepala sekolah, murid2 cewek plus Noboru yang mendengarkannya.
Noboru yang tidak saling tegur sapa dengan Yuki keesokan harinya, merasa terbebani dengan masalahnya bersama Yuki, saat Noboru sedang sendirian Kazushi menghampirinya di taman sekolah, dan menuduh bahwa Noboru menerima uang dari Yuki atas hubungan mereka. Di tengah2 pertikaian, Yuki datang menolong Noboru, namun perkataan Kazushi seakan “menyadarkan” Noboru dari sikapnya yang ambigious, yang tanpa menyadari semua perjuangan Yuki untuknya dan melalaikan perasaan tulusnya sendiri. Pada akhirnya, Noboru mengakui perasaan cintanya juga pada Yuki (yang hari itu juga mereka berdua “berakhir” di ranjang, hahahahaha)
Saat romantis2nya hubungan Yuki-Noboru, kakak Yuki, Hiroya, tiba2 datang ke Jepang dari Seattle, US (atas permintaan Kazushi) dan mempertanyakan situasi keluarga Noboru plus hubungannya dengan Yuki. Hiroya bahkan mengirim orang secara diam2 menyelidiki keluarga Noboru & mengambil foto2 mereka & bahkan menemukan fakta Noboru harus bekerja part-time untuk mencukupi kuliahnya (yang lebih buruk lagi, Yuki juga ikut2 an kerja bersamanya di supermarket), karena itulah akhirnya Yuki memutuskan lari dari rumah dan tinggal bersama Noboru. Yuki merasa tersentuh atas kebersamaan, kerja sama dan keharmonisan keluarga Noboru walaupun mereka dari kalangan miskin. Setelah beberapa hari Yuki menginap di tempat Noboru, Noboru merasa pilihan Yuki bukanlah hal yang tepat, karena pentingnya juga menjaga hubungan bersama keluarga, akhirnya Noboru meminta Yuki “keluar” dari apartemennya, dan Noboru mencoba membujuk Hiroya untuk menerima hubungan mereka namun Hiroya mencoba menyuap Noboru dengan menawarkan uang, yang membuat Noboru merasa tersinggung. Dengan marah, Noboru melemparkan sejumlah cash tersebut dan mengatakan bahwa dia benar2 peduli pada Yuki, bukan karena kekayaannya. Saat itu tampaknya Hiroya mulai “melunak” terhadap ketulusan Noboru dan Yuki, dan memutuskan kembali ke Seattle.




SAKASHITA AYUMU
SAKASHITA KAKERU DAN HAZUMU



